contoh pidato singkat tentang berbhineka tunggal ika
Tema : pidato singkat tentang berbhineka tunggal ika
Judul : Hidup berdasarkan kehidupan berbhineka tunggal ika
Judul : Hidup berdasarkan kehidupan berbhineka tunggal ika

Asalamualaikum Wr.Wb. Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita.
Yang terhormat kepala SMA/SMK/SMP/SD (isi sendiri ya apa aja sesuai ama sekolahmu), yang terhormat wakil kepala SMA/SMK/ Konohagakure, yang saya hormati bapak ibu guru beserta staff tata usaha, serta teman-teman yang saya sayangi.
Mari kita mengucap rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena rahmatNya kita dapat berkumpul di ruangan ini dalam kondisi sehat dan penuh dengan kebahagiaan.
Hadirin yang berbahagia.
Bhineka tunggal ika. Kita mengenal itu hanya sebuah ungkapan puitis dari pahlawan bangsa. Apakah kita pernah berpikir? Bahwa makna yang terkandung dalam bhineka tunggal ika sangatlah dalam? Kita semua tahu, hidup di Indonesia ini terdiri dari berbagai macam suku, ras, dan agama. Agar tidak terjadi perang saudara, para pahlawan menegaskan tentang kehidupan berbhineka tungggal ika, yaitu berbeda beda tetapi satu jua.
Kita sendiri bisa melihat kenyataan, terkadang kita masih saja menggunjing tetangga kita yang mana memiliki perbedaan agama, suku maupun berbeda ras. Itu adalah sebuah kenyataan. Para pahlawan hidup berjuang memersatukan seluruh suku, untuk mengusir penjajah dari tanah air kita. Tapi apa? Kita malah mengacuhkan mandat yang diturunkan oleh para pahlawan.
Mulai sekarang kita harus, kita wajib mengaplikasikan apa itu kehidupan berbhineka tunggal ika, bukan hanya di pelajaran sekolah saja kita menghafalkan apa itu kehidupan berbhineka tunggal ika. Bukan untuk mendapatkan nilai ulangan yang baik kita mengetahui bhineka tunggal ika. Tapi untuk hidup berdampingan dengan manusia lainnya.
Hadirin yang berbahagia,
Pahlawan kita sudah tiada, kita bisa merasakan, jika pahlawan kita melihat dari atas bahwa penerus bangsanya berperang antar saudara, apa yang dirasakan oleh pahlawan kita diatas sana. Mereka pasti menangis, kenapa karena perbedaan agama, suku dan ras bisa saling berperang.
Coba rasakan, jika kita hidup damai berdampingan satu sama lain, saling tolong menolong, apa yang pahlawan kita rasakan di atas sana. Mereka pasti menangis bahagia, dan tersenyum dengan bangga.
Oleh sebab itu, marilah kita bersama bergandengan tangan, hidup rukun loh jinawi. Kita lihat orangnya bukan suku, agama atau rasnya.
Sekian yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas perhatiannya.
Wasalamualaikum Wr.Wb.
Posting Komentar
Posting Komentar